Lahir: 7 November 1918
Aliran: Baptis (Southern Baptist)
William Franklin "Billy" Graham, Jr. adalah seorang penginjil Kristen Amerika. Pada 25 April, 2010 ketika ia bertemu dengan Barack Obama, dia telah menjadi penasehat spiritual untuk dua belas presiden Amerika Serikat sejak Harry S. Truman. Selain itu, Graham juga masuk dalam tujuh besar orang paling dikagumi di dunia abad ke-20 menurut. Dia dikenal banyak orang karena khotbah-khotbahnya yang sering disiarkan di radio dan televisi.
Billy Graham telah berkhotbah kepada banyak pendengar lebih dari pengkhotbah manapun di dunia. Menurut stafnya, pada tahun 1993 lebih dari 2,5 juta orang telah "melangkah maju di Kebaktian Kebangunan Rohani untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka ". Data tahun 2008, khotbah Billy Graham telah menjangkau sekitar 2,2 miliar pendengar.
Pada bulan April 2010, Graham, yang saat ini berusia 91 tahun yang memang sudah diganggu dengan penglihatan dan pendengaran yang mulai tidak berfungsi masih berencana untuk mengadakan Kebaktian Akbar untuk terakhir kalinya dan direncanakan akan digelar di sebuah Stadion.
2. Dwight L. Moody
Lahir: 5 February 1837 - 22 December, 1899
Aliran: Injili/Evangelical
Moody lahir pada hari yang sama dengan ulang tahun ibunya, yaitu di
suatu peternakan kecil di New England (AS). Ayahnya meninggal ketika dia
berusia 4 tahun.
Tahun 1860, Presiden Abraham Lincoln menjadi anggota dari gereja yang
dipimpinnya. Tuhan semakin memberkati usaha pelayanan Moody,
sehingga di mana pun ia memberitakan Injil, ratusan bahkan
ribuan orang bertobat menerima keselamatan. Berita
tentang kebaktian dan kebangunan rohani yang dipimpin
Moody tersebar sampai seluruh Amerika, bahkan
dampaknya juga sampai ke negara lainnya. Surat kabar
dan radio ikut memberitakan fenomena kegerakan rohani
yang dimotori Moody ini.
Pelayanan terakhir Moody adalah di gedung Convention
Hall yang dihadiri sekitar 15.000 orang. Kotbahnya diambilkan
dari nas Lukas 14:16-24 tentang orang-orang yang berdalih.
Selesai kebaktian ini, Moody jatuh sakit dan pulang
ke Northfield untuk beristirahat. Akhirnya, di kota
asalnya ini Moody meninggal dunia pada tanggal 22
Desember 1899. Namun kenangan akan pelayanannya tetap
tersimpan manis sampai saat ini, dan beberapa ucapannya
yang terkenal, masih kerap di kutip dalam berbagai naskah maupun
kotbah-kotbah hamba Tuhan saat ini.
Kutipannya yang terkenal adalah "Alkitab akan menjauhkan anda dari dosa, dan dosa akan menjauhkan anda dari Alkitab".
3. Smith Wigglesworth
Aliran: Methodis, tapi punya pengaruh besar terhadap gerakan dan paham Pentakosta
Wigglesworth percaya penyembuhan yang datang melalui iman, dan ia fleksibel tentang metode yang digunakan. Ketika
ia dilarang untuk meletakkan tangan pada para jemaat oleh pihak
berwenang di Swedia, dimana saat itu dia sedang berkhotbah untuk
"pemulihan ekonomi", akhirnya dia menyuruh orang-orang untuk meletakkan
tangan pada diri mereka sendiri. Dia juga
seringkali bahkan hampir selalu mengurapi dengan menggunakan minyak, dan
pembagian sapu tangan doa (salah satu yang dikirim kepada Raja George
V). Wigglesworth seringkali mengusir sakit karena dia percaya bahwa sakit penyakit berasal dari setan.
Dokter mendiagnosa Smith menderita usus buntu yang makin hari makin parah. Harapan satu-satunya hanya melalui operasi, tapi saat itu tubuhnya terlalu lemah. Dokter itu pergi, berjanji untuk kembali nanti. Seorang wanita tua dan seorang pemuda datang dan berdoa. Pemuda itu meletakkan tangannya di Smith dan menangis, "Keluarlah, setan, dalam nama Yesus." Smith bersaksi, "Yang mengejutkan adalah sakit penyakit itu langsung lenyap dan saya merasakan kesehatan yang luar biasa." Dia turun dan mengatakan kepada istrinya yang terkejut, "Saya sembuh."
Sekitar dua puluh orang bangkit dari antara orang mati selama pelayanan Smith. Dia percaya percobaan besar menyebabkan pengalaman lebih dalam dengan Allah. "Hanya emas yang melelehlah yang bisa dibentuk" adalah salah satu ucapan-Nya.
4. Reinhard Bonnke
Aliran: Karismatik
Ia mengalami "lahir baru" pada usia 9. Ia belajar di Sekolah Tinggi Alkitab Wales di Swansea dan pendeta di Jerman selama tujuh tahun. Ia memulai pelayanannya di Afrika, yang merupakan panggilan utamanya, dengan berkhotbah di Lesotho pada tahun 1967. Ia kemudian mengadakan pertemuan evangelis besar di seluruh benua.
Reinhard mulai mengadakan pertemuan tenda yang menampung 800 orang. Kehadiran pengunjungnya makin hari makin meningkat sehingga tenda yang lebih besar harus dibeli. Pada tahun 1984, ia menugaskan pembangunan sebuah tenda yang mampu menampung 34.000 jiwa. Tenda ini hancur dalam badai angin tepat sebelum Kebaktian Kebangunan Rohani dimulai. Ada pertanyaan tentang bagaimana untuk melanjutkan. Tim memutuskan untuk tetap mengadakan Ibadah di alam terbuka. Ketika mereka mengharapkan tenda itu akan dipenuhi oleh 34.000 peserta, ternyata Tuhan mendatangkan lebih dari 100.000 orang, dan akhirnya mereka mengerti mengapa Tuhan merubuhkan tenda tersebut.
Reinhard mendirikan pelayanan internasional, Christ For All Nations, dengan lokasi kantor di Johannesburg, Afrika Selatan; Frankfurt, Jerman; Birmingham, Inggris; Ontario, London dan Orlando, Florida. Sejak awal milenium baru, melalui sejumlah besar kebaktian yang diadakan di Afrika dan bagian dunia lainnya, tercatat telah 55 juta jiwa memutuskan untuk menerima Yesus Kristus.
Sebagai bagian dari program pemuridan-pelatihan, 185 juta eksemplar literatur CFAN telah diterbitkan dalam 103 bahasa dan dicetak di 55 negara. Jutaan buku telah dicetak dan disebarkan secara cuma-cuma di negara-negara di seluruh dunia.
Reinhard mulai mengadakan pertemuan tenda yang menampung 800 orang. Kehadiran pengunjungnya makin hari makin meningkat sehingga tenda yang lebih besar harus dibeli. Pada tahun 1984, ia menugaskan pembangunan sebuah tenda yang mampu menampung 34.000 jiwa. Tenda ini hancur dalam badai angin tepat sebelum Kebaktian Kebangunan Rohani dimulai. Ada pertanyaan tentang bagaimana untuk melanjutkan. Tim memutuskan untuk tetap mengadakan Ibadah di alam terbuka. Ketika mereka mengharapkan tenda itu akan dipenuhi oleh 34.000 peserta, ternyata Tuhan mendatangkan lebih dari 100.000 orang, dan akhirnya mereka mengerti mengapa Tuhan merubuhkan tenda tersebut.
Reinhard mendirikan pelayanan internasional, Christ For All Nations, dengan lokasi kantor di Johannesburg, Afrika Selatan; Frankfurt, Jerman; Birmingham, Inggris; Ontario, London dan Orlando, Florida. Sejak awal milenium baru, melalui sejumlah besar kebaktian yang diadakan di Afrika dan bagian dunia lainnya, tercatat telah 55 juta jiwa memutuskan untuk menerima Yesus Kristus.
Sebagai bagian dari program pemuridan-pelatihan, 185 juta eksemplar literatur CFAN telah diterbitkan dalam 103 bahasa dan dicetak di 55 negara. Jutaan buku telah dicetak dan disebarkan secara cuma-cuma di negara-negara di seluruh dunia.
5. Martin Luther King, Jr.
Aliran: Baptis
Martin Luther King, Jr., Ph.D. adalah penerima Nobel, pendeta
Baptis dan aktivis HAM bagi warga Afrika-Amerika. Dia adalah salah
seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah
non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan, pencipta
perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia. Satu setengah
dekade setelah pembunuhan terhadapnya pada tahun 1968, Amerika Serikat
menetapkan sebuah hari libur untuk memperingatinya, Hari Martin Luther
King.
Harus
diakui, dalam bidang khotbah dan penginjilan, tidak ada karya ataupun
kebaktian akbar yang pernah dibuatnya. Namun, dilihat dari hasil dan
pengaruhnya terhadap perubahan sosial sangat terlihat. King
adalah seorang pendeta di Gereja Baptis Montgomery, Alabama yang
berjuang melawan diskriminasi rasial. Pada tahun 1963, King memimpin
demonstrasi pemboikotan bus di Birmingham. Pemboikotan itu dilakukannya
tanpa menggunakan kekerasan.
Kebesaran King terutama terletak pada impian tinggi dan gaya
spektakulernya sebagai seorang pendeta. Pidatonya dengan judul "Saya
memiliki sebuah impian" pada parade berbarisnya ke Washington, DC (28
Agustus 1963) membuatnya semakin terkenal. Ia dipuja dengan banyak gelar
terhormat. Pada 1963, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel. Ia
ditembak hingga meninggal dunia ketika ia melakukan aksi di Memphis
pada 4 April 1968. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak
kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.
6. David Yonggi Cho
Aliran: Pentakosta
David Yonggi Cho adalah pendeta Kristen Korea Selatan. Dia
adalah Gembala Senior dan pendiri Gereja Injil Sepenuh Yoido (Sidang
Jemaat Allah), jemaat terbesar di dunia dengan anggota 830.000 (2003),
dan saat ini sudah lebih dari 1 juta jemaat. Cho masih melakukan dua
pelayanan khotbah di tujuh gereja cabangnya dimana
jemaat masih begitu antusias untuk menghadiri ibadahnya sehingga mereka
harus datang satu jam sebelumnya agar bisa mendapatkan kursi.
Cho dilahirkan di lingkungan keluarga Budha pada tahun 1936 selama
masa kekuasaan Jepang atas Korea. Dia menderita TBC ketika masih
kecil, dan beberapa orang memperkirakan dia tidak akan bisa bertahan
sampai dewasa. Kondisi fisiknya yang lemah menarik perhatian seorang
wanita Kristen yang mulai mengunjungi dia. Melalui kesaksian wanita
itu, Cho diubahkan. Pada saat pertobatannya, Cho mulai berpikir dan
bergumul tentang kerinduannya untuk dapat melayani Tuhan. Pada
tahun-tahun selama pertumbuhan rohaninya, dia mulai meletakkan dasar
untuk melakukan pelayanan Kristen secara penuh.
Paul Yonggi Cho lulus dari sekolah Alkitab Assemblies of God pada
1958. Dia mulai merintis "gereja tenda" di luar Seoul. "Dengan
dibantu oleh calon ibu mertuanya (Jashel Choi) dan misionaris John
Hurston, Pendeta Cho, yang masih menderita TBC, memberikan pelayanan
mengenai iman, harapan, dan kesembuhan kepada kaum miskin dan
teraniaya. Dalam enam tahun, jumlah jemaat gereja itu mencapai 2000
orang, namun Pendeta Cho mengalami kelelahan baik secara fisik dan
mental. Dia pingsan ketika melayani ibadah pada tahun 1964 dan sejak
itu dia merasa bimbang, apakah dia dapat kembali melanjutkan
pelayanannya sebagai pendeta. Bagaimana mungkin seorang pendeta yang
lemah seperti itu dapat memimpin jemaat yang begitu besar? Jika dia
tetap mengambil peran sebagai pemimpin pendeta itu sama saja artinya
dia menggali kubur sendiri. Pasti ada jalan keluarnya. Karena alasan
itu, dia menciptakan "kelompok sel" (komsel) yang pada akhirnya diikuti
oleh banyak gereja di dunia.
7. William Seymour
Aliran: Karismatik
Hampir saya bisa pastikan, jarang sekali orang Kristen yang mengenal nama ini. Padahal, bersama Charles Parham, dia adalah pelopor gerakan Pentakosta dan Karismatik yang saat ini merupakan denominasi yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi. (Sejak dipelopori awal 1900, saat ini gerakan ini sudah memiliki lebih dari 500 juta jemaat).
Hampir saya bisa pastikan, jarang sekali orang Kristen yang mengenal nama ini. Padahal, bersama Charles Parham, dia adalah pelopor gerakan Pentakosta dan Karismatik yang saat ini merupakan denominasi yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi. (Sejak dipelopori awal 1900, saat ini gerakan ini sudah memiliki lebih dari 500 juta jemaat).
Seymour lahir anak dari budak di Centerville, Louisiana. Sebagai seorang pria dewasa ia menjadi mahasiswa di sebuah sekolah Alkitab yang baru dibentuk didirikan oleh Charles Parham di Houston, TX pada tahun 1905. Di sinilah ia belajar prinsip utama dari Gerakan Kekudusan. Ia mengembangkan pemahamannya mengenai glossolalia ("berbicara dalam bahasa lidah/roh") sebagai konfirmasi dari karunia-karunia Roh Kudus. Dia kemudian pindah ke Los Angeles untuk melayani di gereja. Sebagai konsekuensi dari keterlibatannya dalam aliran yang dianggap aneh, dia telah dihapus dari paroki di mana ia telah ditunjuk. Mencari tempat untuk melanjutkan pekerjaannya, ia menemukan sebuah bangunan kumuh di pusat kota Los Angeles berada di Azusa Street, dan berkhotbah mengenai pengajaran awal Pentakosta di sana.
Seymour tiba dan berkhotbah mengenai pesan-pesan Pentakostalnya di sebuah rumah yang dijadikan tempat kebaktian. Setelah sebulan berdoa dan berpuasa terus-menerus, Roh Kudus turun menguasai sekelompok kecil jemaat itu. Beberapa orang diantaranya berbahasa lidah pada bulan April 1906. Peristiwa itu bagaikan api, menyebar sedemikian cepat sehingga begitu banyak orang datang dan beranda rumah kecil itu menjadi roboh. Akhirnya, para jemaat harus mencari gedung lain yang lebih besar. Mereka menemukan dan menyewa sebuah bangunan bekas gereja yang digunakan sebagai gudang di Jalan Azusa nomor 312. Kebaktian diadakan setiap hari sampai tengah malam selama tiga tahun terus-menerus. Sering kali enam ratus orang berada bersamaan di dalam gereja kecil itu sementara lima atau enam ratus orang lainnya mendengarkan di luar jendela.
Pada awalnya, dewan pers dan para pemimpin agama menolak gerakan ini dan menganggap karunia-karunia roh dramatis lainnya -- seperti penyembuhan, nubuat, dan bahasa lidah -- sebagai suatu lelucon yang patut dipertanyakan. Tetapi bukan hal ini yang sebenarnya William Seymour tekankan, dia menekankan betapa pentingnya baptisan Roh Kudus. "Bahasa lidah merupakan salah satu tanda yang dapat diterima oleh setiap orang yang sudah dibaptis, tetapi bukan hal ini yang merupakan bukti nyata atas hadirnya Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari," tulisnya.
Para ahli sejarah gereja akhirnya mulai berusaha mewujudkan impian Pendeta William J. Seymour dan pandangannya mengenai persatuan antarumat Kristen. Pada tahun 1972, Sidney Ahlstrom, seorang ahli sejarah gereja yang terpandang dari Universitas Yale, mengakui: "Seymour memberi pengaruh besar dalam gerakan Kristen di Amerika daripada para pemimpin berkulit hitam lainnya."






